Program Patriot Energi telah terlaksana dalam tiga angkatan sebelumnya (2015, 2016, dan 2021) dengan bentuk dan capaian yang berbeda-beda. Namun, semuanya berangkat dari satu tujuan yang sama: menghadirkan pemerataan pembangunan melalui akses listrik berbasis energi terbarukan yang mengangkat potensi lokal.
Sejak awal pelaksanaannya, program ini telah melibatkan 261 alumni (137 laki-laki dan 124 perempuan) dari 27 provinsi yang diterjunkan ke 267 desa di wilayah 4T (terdepan, terluar, tertinggal, dan transmigrasi).
Pada Angkatan I dan II (2015–2016), sebanyak 163 sarjana ditugaskan di 160 desa yang tersebar di 39 kabupaten pada 18 provinsi. Mereka mendampingi masyarakat selama lima bulan hingga satu tahun dengan fokus pada pendampingan pembangunan pembangkit energi terbarukan, edukasi, serta pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Angkatan III (2021) melibatkan 98 Fasilitator Lapangan yang mendampingi 98 desa. Fasilitator Lapangan Patriot Energi berhasil menyusun 106 dokumen pra-studi kelayakan potensi energi terbarukan: terdiri atas 78 dokumen untuk PLTS, 15 dokumen untuk PLTMH, dan 13 dokumen untuk SHS. Dari jumlah tersebut, 13 dokumen sedang ditindaklanjuti dan masuk tahap pembangunan dengan dukungan pendanaan dari DAK, APBN, maupun CSR BUMN, yang tersebar di:
Kini, Program Patriot Energi kembali berlanjut melalui Angkatan IV (2025). Sebanyak 32 Fasilitator Lapangan Patriot Energi sedang bertugas di 32 desa yang tersebar di empat provinsi: Papua, Papua Barat, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur.